A. Pendahuluan

Dalam Islam, rukun iman  yang  pertama adalah  iman  kepada Allah SWT.  meyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan amal perbuatan bahwa Allah lah dzat yang wajib kita yakini dan kita sembah. Dan hanya kepada-Nya kita berserah.

Hal yang sama juga dijelaskan dalam QS Al-Fatihah

Dari surat QS Al-Fatihah dapat kita ketahui bahwa Allah SWT memiliki sifat Esa/Wahdaniyah dan  juga penegasan tentang kemurnian keesaan Allah s.w.t. dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini.

B. Tauhid

Tauhid yang berarti mengesakan Allah, lawannya adalah Syirk yang berarti menyekutukan Allah. Tauhid memiliki 2 aspek

1. Tauhid Ilmi (teoritis)

Yaitu pemahaman yang benar mengenai Allah SWT. Tauhid teoritis menjauhkan manusia dari pemahaman yang salah mengenai Allah.

Tauhid memandang Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Keesaan Allah meliputi tga aspek:

  • Zat-Nya (Tauhid Zati)
  • Sifat-Nya (Tauhid Sifati)
  • Perbuatan-Nya (Tauhid Fi’li)

Tauhid Zati berarti bahwa Allah merupakan Tuhan Yang Mutlak (Absolut), Sumber Segala Sesuatu, yang tak memiliki penyerupaan dan pembanding. Dan bahwa Dia adalah Pencipta, Wajibul wujud, yang Esa

Tauhid Sifati berarti bahwa Allah memiliki berbagai Sifat

dan Nama-nama yang Baik (Asmaul-Husna), yang terpelihara dari kelemahan (QS 59:22- 24). Dengan nama-nama itu kita menyeru kepadanya (17:110, 7:180)

Tauhid Fi’li berarti bahwa Allah adalah Penguasa (Rabb) seluruh alam semesta, bahwa semua partikel dan kesadaran bergerak karena kuasa dan kehendak Allah.

 

 

 

2. Tauhid Amali

Sebagai konsekuensi Tauhid Ilmi adalah tauhid amali, yaitu sikap dan perbuatan untuk meng-esakan Allah. Mengesakan Allah dalam sikap dan perbuatan itulah yang disebut ibadah. Ibadah adalah mengikuti perintah/syari’at-Nya. Sedang lawannya adalah ma’syiat, yaitu memuja/memperturutkan selain kepada Allah.

Agar bisa melaksanakan tauhid dalam amal (tauhid amali), manusia harus menundukkan hawa nafsunya agar bisa tunduk kepada syari’at-Nya. Jika tidak mampu maka justru hawa nafsu yang akan menjadi tuhannya (

C. Iman Kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir (hari kiamat) merupakan rukun iman yang kelima dalam Agama Islam. Maka setiap muslim hendaknya percaya akan datangnya hari akhir ini. Dan sadar bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah fana atau sementara.             Hari akhir merupakan hari rusaknya alam semesta dengan segala isinya dengan ditandai guncangan yang menyebabkan seluruh bumi hancur lebur. Saat itu bumi mengeluarkan semua is kandungan yang ada di dalamnya.

Iman kepada hari akhir adalah mempercayai bahwa seluruh alam semesta ini dan segala isinya pada suatu saat akan mengalami mati atau kehancuran dan mengakui setelah kehidupan di dunia ini ada kehidupan yang kekal dan abadi. Iman kepada hari Akhir juga termasuk mengimani peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sesudah kematian. Hari Akhir memiliki beberapa nama lain, di antaranya: hari Kiamat (Yaumul Qiyamah), hari Kebangkitan (Yaumul Baats), hari Keputusan (Yaumul Fashl), hari Keluar (Yaumul Khuruj), hari Pembalasan (Yaumul Din), hari Kekekalan (Yaumul Khulud), hari Perhitungan (Yaumul Hisab), Hari Ancaman (Yaumul Wa’iid), Al-Ghasyiyah, Al-Waqi’ah, Al-Haaqqah, Al-Qari’ah.

Kepercayaan pada hari akhir termasuk masalah sam’iyyat. Masalah sam’iyyat adalah masalah yang hanya kita ketahui dan kita percayai berdasarkan pemberitahuan Al-quran dan hadis semata dan tidak bisa dibuktikan dengan panca indera

D. Pembagian kiamat

Para ulama membagi kiamat menjadi dua macam, yaitu kiamat sugra dan kiamat kubra

  1. 1.      Kiamat Sugra (Kecil)

Yaitu berupa kejadian atau musibah yang terjadi di alam ini, seperti kematian setiap saat, banjir bandang, angin beliung, gunung meletus, gempa bumi, peperangan, kecelakaan kendaraan, kekeringan yang kepanjangan, hama tanaman yang merajalela. Keseluruhan rangkaian kejadian tersebut di atas ditinjau dari segi aqidah merupakan peringatan dari Allah. Bagi umat yang beriman hal ini merupakan peringatan dan ujian. Sedangkan bagi umat yang ingkar/kafir merupakan siksaan atau azab Allah swt.

Setelah mati , manusia akan memasuki sebuah alam yang bernama alam barzah. Alam barzah adalah alam penantian datangnya hari kiamat. Semua manusia akan dibangkitkan kembali pada hari itu.

Kiamat kubra

  1. Pengertian kiamat kubra

Kiamat kubra atau kiamat besar, yaitu musnahnya alam semesta beserta segala isinya secara serempak atau berakhirnya seluruh kehidupan makhluk dan berakhirnya kehidupan alam dunia serta hari mulai dibangkitkannya semua manusia yang sudah mati sejak zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir, untuk menjalankan proses kehidupan berikutnya

  1. Nama lain kiamat kubra

Al quran menggunakan istilah yang beraneka ragam untuk menyebutkan dan menjelaskan proses berlangsungnya hari kiamat. Beberapa istilah tersebut adalah sebagai berikut

v  Yaumul qiyamah

v  Yaumul akhir

v  Yaumul zalzalah

v  Yaumul waqi’ah

v  Yaumul rajifah

E. Tanda-tanda kiamat

Tanda-tanda kiamat diterangkan oleh rasullullah saw. Melalui hadisnya yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah. Bukhari, Muslim dan tirmizi.

Tanda-tanda itu adalah sebagai berikut:

Tanda-tanda kecil

  1. Hamba sahaya dikawini perempuan oleh tuanya
  2. Ilmu agama dianggap sudah tidak penting lagi
  3. Tersebarnya perzinaan karena mendapat izin dari penguasa

Dijelaskan dalam sebuah hadist:

Di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat, kebodohan menjadi dominan, arak menjadi minuman biasa, zina dilakukan terang-terangan, wanita berlipat banyak, dan laki-laki berkurang sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria. (HR. Bukhari)

  1. Minuman keras merajalela
  2. Jumlah wanita Lebih banyak dari laki-laki dengan perbandingan 50:1
  3. Adanya dua golongan besar yang saling membunuh, tetapi sama-sama     mengaku dirinya memperjuangkan islam

Dijelaskan dalam sebuah hadist:

Belum akan tiba kiamat sehingga merajalela ‘Alharju’. Para sahabat lalu bertanya, “Apa itu ‘Alharju’, ya Rasulullah?” Lalu beliau menjawab,”Pembunuhan… pembunuhan…” (HR. Ahmad)

Tanda-tanda besar

Adapun sunnah maka hadis riwayat Muslim dan lainnya dari hadits Hudzaefah bin Usaid Al-Ghifari berkata, “Rasulullah saw melewati kami, sementara kami sedang berbincang-bincang. Beliau bertanya, ‘Apa yang kalian perbincangkan?’ Kami menjawab, ‘Kiamat’. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya ia tidak akan datang sehingga kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya’. Lalu beliau menyebutkan dukhan (kabut), Dajjal, binatang bumi, terbitnya matahari dari arah barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga pembenaman: pembenaman di timur, pembenaman di barat dan pembenaman di jazirah Arab, dan yang terakhir adalah api yang menggiring manusia ke Mahsyar mereka.” (HR. Muslim no. 2901, Abu Dawud no.4311 dan at-Tirmidzi no. 2184).

About alannurfitra

nothing :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s