Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market). Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa efek via broker. Harga saham, bisa naik atau pun turun, seiring dengan situasi dan kondisi yang ada. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga saham tersebut, baik dari internal ataupun eksternal. Berikut ini akan disajikan mengenai pergerakan harga saham salah satu perusahaan yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011, yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Jasa Marga merupakan perusahaan penyelenggaraan jalan tol di Indonesia yang berdiri sejak 1 Maret 1978. Dengan pengalaman lebih dari 3 dasawarsa Jasa Marga membuktikan eksistensinya yaitu dengan pendirian tol yang pertama kali yaitu tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi), dan hingga dengan saat ini tetap menjadi pemimpin industri jalan tol dengan 531 km jalan tol atau 72 % dari total panjang jalan tol di Indonesia. Pada awal berdirinya, Perseroan berperan tidak hanya sebagai operator, tetapi juga memikul tanggung jawab sebagai otoritas jalan tol di Indonesia. Tahun 2004, peran otorisator dikembalikan kepada Pemerintah dengan dikeluarkannya Undang Undang No. 38 tahun 2004 tentang Jalan. Peran otorisator dilaksanakan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Maka semenjak tahun 2004 Jasa Marga mengembangkan usahanya dengan berpegang pada kaidah-kaidah korporasi yaitu dengan mengembangkan bisnis jalan tol, mulai dari perencanaan, pembangunan hingga pengoperasian jalan tol. Selanjutnya, akan disajikan grafik tentang pergerakan naik turunnya saham dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk sepanjang tahun 2011, dan uraian mengenai faktor-faktor apa yang mungkin mempengaruhi pergerakan saham tersebut.

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, harga saham dapat naik ataupun turun karena berbagai kondisi dan beberapa faktor. Meninjau dari pergerakan saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk., saham perusahaan tersebut cenderung turun di awal tahun yaitu tiga bulan pertama, lalu kemudian setelah itu mulai naik hingga puncaknya di bulan kesembilan, lalu turun kembali dan kembali naik hingga akhir tahun. Secara overall, saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. ini mengalami kenaikan, hal ini dapat kita lihat dari perbandingan harga saham di awal tahun dengan di akhir tahun. Kenaikan dan penurunan harga saham ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal.

Dari internal, kenaikan atau penurunan saham dapat diakibatkan oleh karena pergantian struktur manajerial/direksi, rasio keuangan, ataupun citra perusahaan. Pergantian struktur manajerial/direksi mempengaruhi return saham karena setiap adanya perubahan atasan akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan nantinya. Apabila calon pengganti dianggap kurang cakap dalam mengganti nantinya, harga saham perusahaan akan cenderung. Sedangkan apabila calon pengganti dianggap cakap maka harga saham akan cenderung naik. Rasio keuangan juga dapat menjadi salah satu indikator dalam investor mengambil keputusan untuk melakukan investasi. Apabila rasio keuangan cenderung terus memburuk, maka para investor akan enggan berinvestasi di perusahaaan tersebut dan akan menyebabkan turunnya harga saham. Selain itu, perusahaan dengan citra yang buruk pun dapat membuat return saham langsung jatuh seketika karena kehilangan kepercayaan dari investor sehingga investor menjual sahamnya sehingga harga saham langsung jatuh dan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Jadi, bisa dikatakan bahwa cenderung naiknya harga saham PT Jasa Marga (Persero) ini apabila dilihat dari sisi internal dikarenakan oleh struktur manajerial, rasio keuangan, dan citra perusahaan yang baik.

Dari sisi eksternal, kenaikan atau penurunan saham dapat diakibatkan oleh regulasi pemerintah, situasi politik, ataupun bencana alam. Regulasi pemerintah yang dimaksudkan disini lebih difokuskan kepada peraturan pemerintah yang berhubungan dengan kebijakan mengenai pengaturan jalan tol yang ada diseluruh Indonesia. Apabila ada jalan tol yang ingin dibangun oleh Jasa Marga namun daerah tersebut merupakan daerah yang terlarang untuk mendirikan jalan tol maka hal ini merupakan halangan bagi Jasa Marga untuk menghasilkan laba bagi para investor sehingga dapat mempengaruhi return saham dari Jasa Marga. Bencana alam pun merupakan resiko yang sangat mempengaruhi Jasa Marga dikarenakan bisnis jalan tol merupakan bisnis yang sangat dipengaruhi oleh alam. Jalan tol dapat dalam seketika rusak dan hancur karena adanya bencana alam seperti gempa,banjir, dll. Apabila sampai rusak maka perusahaan akan membutuhkan biaya yang banyak dalam perawatan dan akan mempengaruhi harga saham di bursa efek. Jadi dari sisi eksternal dapat dikatakan bahwa sempat turunnya harga saham Jasa Marga di awal tahun ataupun akhir tahun, mungkin dikarenakan oleh sempat adanya kasus sengketa proyek jalan tol Semarang-Ungaran pada tahun 2011 (dalam kaitannya dengan regulasi) ataupun karena sedang adanya perbaikan dan perawatan biaya jalan tol di awal tahun.

note : dikarenakan oleh grafik pergerakan saham di atas menggunakan fungsi chart pd Ms.Word dan tak bisa ditampilkan disini, maka saya sertakan dokumen aslinya.

klik PERGERAKAN SAHAM PT JASA MARGA (NUR FITRA APRILIAN) untuk mendownload.

About alannurfitra

nothing :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s