Sebuah masyarakat yang maju dan berkembang, pada dasarnya tidak akan terlepas dari apa yang dinamakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya. Berkat perkembangan ilmu (science), maka teknologi berkembang sangat pesat. Masyarakat modern yang berkembang pada era millenium ini merupakan masyarakat yang menikmati fasilitas dari sebuah perkembangan teknologi canggih.     Dewasa ini, hampir semua lini kehidupan manusia telah menggunakan kecanggihan teknologi informasi, baik pada tingkat individual, kelompok, organisasi, negara, dan bahkan dalam hubungan antar organisasi dan antar negara. Dalam perkembangannya terdapat suatu proses dalam masyarakat hingga mencapai sebuah tahapan sebuah sistem informasi yang sedemikian canggih seperti sekarang ini. Dibawah ini akan dijelaskan tahapan dan perbandingan perkembangan teknologi informasi di masyarakat :

– Masyarakat PraInformational, adalah masyarakat yang mengolah informasi secara “ traditional “ dalam arti tidak menggunakan sarana yang bermuatan teknologi tinggi atau bisa dikatakan “ manual sistem “

– Masyarakat Informational, adalah masyarakat yang mengolah berbagai komponen penanganan informasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi atau bisa dikatakan “ komputerisasi sistem “.

 

A.   Arti Penting Perlunya sebuah Sistem Informasi

Gordon B. Davis (1984) menyatakan bahwa “Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud”. Pedapat serupa tentang system dikemukan oleh Raymond Mcleod yang menyatakan bahwa “Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk sautu kesatuan yang utuh dan terpadu”. Selanjutnya Jerry FitzGerald menyatakan bahwa “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling behubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.  Dari definisi yang dikemukakan para pakar tersebut, dapat disimpulkan bahwa “Sistem adalah kumpulan elemen yang terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen tersebut untuk mencapai suatu tujuan”.  Contoh sistem, meliputi Sistem Komputer, yang terdiri dari elemen hardware, software, brainware, Sistem Akuntasi, dan Sistem Transportasi, terdiri dari elemen jalan, kendaraan, dan manusia.

Mcleod (1992) menyatakan bahwa “Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi”. Selanjutnya, Brooker, dkk, menyatakan bahwa sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :

1)     Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai.

2)     Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan.

3)     Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi.

4)     Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi.

Beberapa definisi dari sistem informasi disampaikan oleh para ahli sebagai berikut (Abdul Kadir, 2002) :

Alter (1992) Sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi
Bodnar dan Hopwood (1993) Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna
Gelinas, Oram, dan Wiggins (1990) Sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai
Hall (2001) Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal di mana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai
Turban, McLean, dan Wetherbe (1999) Sebuah sistem informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik
Wilkinson (1992) Sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumberdaya (manusia, komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

 

Sistem Informasi dapat dibedakan menjadi 2, sistem informasi manual dan sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System/CBIS). CBIS atau selanjutnya disebut sistem informasi (SI) saja merupakan jenis sistem informasi yang menggunakan komputer. Berikut merupakan gambaran sistem informasi menurut Alter, 1992.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pentingnya/perlunya sistem informasi :

  1. Meningkatnya kebutuhan masyarakat (konsumen) tiap hari, terhadap kebutuhan pokok dan kebutuhan pelengkap lainnya.
  2. Tingkat kecerdasan (kemampuan berfikir) masyarakat meningkat searah dengan berkembangnya kualitas pendidikan di masyarakat
  3. Kualitas hidup semakin meningkat dan penuh tantangan.
  4. Pekerjaan tidak hanya satu (monoton) tetapi semakin banyak dan luas wilayahnya.
  5. Kecenderungan manusia modern mencari alternatif untuk cadangan masa depan.
  6. Orientasi hidup semakin jelas dan pemahaman managerial semakin tinggi.
  7. Persaingan hidup semakin ketat dan membutuhkan banyak energi.
  8. Kualitas pekerjaan (hasil karya) berubah interpretasinya dan dituntut setiap hasil pekerjaan untuk bisa cepat, cerdas, akurat dan segera bisa dimanfaatkan.
  9. Persaingan dunia usaha makin keras dengan adanya pasar bebas dunia.

Contoh :   Sebuah Perusahaan rokok. Saat pertama didirikan manajer hanya mengelola semua sistem perusahaan dengan cara manual. Namun setelah berkembang dan memerlukan perluasan usaha maka yang dikelola manajer tidak hanya bagian produksi saja, tetapi bagian: personalia, material, marketing, keuangan dll. Yang membutuhkan penanganan yang maksimal dan itu tidak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan satu orang tetapi karyawan yang banyak dari semua cabang yang ada di seluruh dunia. Maka pentingnya sebuah pengelolaan informasi pada perusahaan rokok tersebut mutlak diperlukan.

 

Berdasarkan hal tersebut, maka peran dasar sistem informasi adalah: (1) mendukung proses dan operasi bisnis, (2) mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya, dan (3) mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif. Contoh sistem informasi : Sistem reservasi pesawat terbang, sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor, sistem biometrik, sistem POS (point-of-sale), sistem telemetri, sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card), sistem yang dipasang pada tempat-tempat publik yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel, tempat pariwisata, pertokoan, dan lain-lain, sistem layanan akademis berbasis Web, sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange atau EDI), dan E-government atau sistem informasi layanan pemerintahan yang berbasis Internet.

Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan blok bangunan (building block), yaitu:

Blok Masukan (Input block) adalah data-data yang masuk ke dalam system.

Blok Model (Model block) adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

Blok Keluaran (Output block) adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai system.

Blok Teknologi (Technology block) merupakan kotak alat dalam sistem informasi, yang digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara menyeluruh.

Blok Basis Data (Database block) merupakan kompulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

Blok Kendali (Control block) adalah pengendalian yang dirancang secara khusus untuk menangulangi gangguan-gangguan terhadap sistem.

Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu sama lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. Kemampuan sistem informasi (Turban, McLean, dan Wetherbe, 1999) :

  1. Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dengan kecepatan tinggi
  2. Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antarorgansiasi yang murah, akurat, dan cepat
  3. Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses
  4. Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak di seluruh dunia dengan cepat dan murah
  5. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi
  6. Menyajikan informasi dengan jelas yang menggugah pikiran manusia
  7. Mengotomasikan proses-proses bisnis yang semiotomatis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual
  8. Mempercepat pengetikan dan penyuntingan
  9. Melaksanakan hal-hal di atas jauh lebih murah daripada kalau dikerjakan secara manual

 

Menurut McLeod, 1995 ( seorang pakar management ) : Seorang manajer mengelola lima jenis sumber daya utama yaitu : (1). Manusia, (2) Material, (3) Mesin (fasilitas dan energi), (4) Uang (capital), dan (5) Informasi ( data ). Selain mengelola sumber daya fisik, manajer juga mengelola sumber daya informasi.  Seorang manajer memastikan bahwa sumber daya yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna. Kemudian seorang manajer memastikan bahwa orang yang berkompeten dalam organisasilah yang menerima informasi tersebut dan memanfaatkannya. Setelah informasi tersebut tidak lagi bermanfaat, manajer membuang atau menyimpan (sebagai arsip) informasi tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

Sistem Informasi merupakan seperangkat komponen yang saling berhubungan, dan yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pembuatan keputusan dan pengawasan dalam organisasi. Terdapat tiga aktivitas pada sistem infromasi :

  1. Input merupakan sekumpulan data mentah dalam organisasi maupun di luar organisasi untuk diproses dalam suatu sistem ekonomi.
  2. Processing  merupakan konversi/pemindahan, manipulasi dan analisis input mentah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi manusia.
  3. Output merupakan distribusi informasi yang sudah diproses ke anggota organisasi dimana output tersebut akan digunakan.

 

Data dan Informasi

Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti dan bermanfaat bagi manusia.

 

Data merupakan merupakan fakta atau gambaran mentah (business facts) yang menunjukkan peristiwa yang terjadi dalam organisasi dan lingkungan fisik yang dikumpulkan melalui serangkaian prosedur. Selanjutnya, informasi merupakan interpretasi data yang disajikan dengan cara yang berarti dan berguna. Pemrosesan data menjadi informasi adalah seperti pada gambar berikut :

 

 

Kebutuhan sebuah organisasi untuk mengolah informasi adalah sebagai fungsi dari faktor:

ü  ketidakpastian tugas,

ü  banyaknya unsur yang relevan untuk pengambilan keputusan

ü  saling ketergantungan unit keorganisasian.

ü  Sebuah organisasi yang besar yang memiliki jaringan transaksi yang cukup besar, sangat membutuhkan tersedianya informasi.

ü  Kebutuhan informasi bukan hanya berkaitan dengan relasi di luar organisasi, tetapi juga berkaitan dengan pihak intern dalam organisasi yang bersangkutan. Oleh karena itu diperlukan koordinasi dan komunikasi yang sistematik.

ü  Semakin kompleksnya kegiatan dan berkembangnya unit / departemen yang ada dalam suatu organisasi semakin mempersulit koordinasi dan komunikasi apabila tidak diciptakan suatu sistem.

Dengan demikian, fungsi informasi adalah :

ü  Menambah pengetahuan

ü  Mengurangi ketidakpastian pemakai informasi

ü  Membantu pengambilan keputusan secara lebih cepat.

ü  Informasi juga memberikan standar, aturan, maupun indikator bagi pengambil keputusan untuk menentukan keputusan secara lebih baik.

 

B.   Teknologi Informasi

Sistem Informasi merupakan integrasi komponen pemrosesan, penyimpanan dan diseminasi informasi dalam suatu organisasi.  Sistem informasi dapat juga disebut sebagai studi interdisiplin suatu sistem untuk menyediakan informasi pada suatu organisasi. Sementara itu, Teknologi Informasi  merupakan bentuk teknologi untuk menangani informasi. Dalam tabel berikut digambarkan bahwa teknologi informasi merupakan bagian dari sistem informasi.

 

 

 

 

Pengaruh perkembangan teknologi informasi  terhadap sistem informasi:

  1. Tahun 1980-an telah terjadi revolusi pengolahan data, otomatisasi kantor, telekomunikasi, dan aplikasi lainnya dalam teknologi informasi yang digunakan dan berpengaruh langsung pada kinerja perusahaan besar maupun kecil.
  2. Tahun 1990-an banyak organisasi yang menerapkan teknologi informasi hampir pada setiap peningkatan kinerja perusahaan dalam pengawasan manajerialnya. Contoh : Mesin scanning untuk harga produk pada pasar swalayan/supermarket, ATM (outomatic teller machine/ anjung tunai mandiri) sebuah mesin transaksi pengambilan uang tunai perbankan langsung secara langsung.
  3. Selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya perkembangan ide mendesain sebuah sistem informasi kian meningkat pesat seperti pada stasiun radio, stasiun televisi dan surat kabar. Juga pada media telekomunikasi hand phone dengan fasilitas yang kian canggih bisa mengakses internet dan hubungan telebanking sistem.
  4. Kesempatan penerapan sistem informasi telah membawa penggunaan teknologi yang lebih besar daripada sebelumnya. Karena dihadapkan pada permintaan jasa yang berkembang, kebanyakan departemen sistem informasi telah melakukan perubahan dramastis dengan dukungan teknologi. Perubahan-perubahan tersebut diantaranya : penurunan waktu pengembangan produk dan biaya pemanufacturan, tehnik yang biasa digunakan MAP (manufacturing automatic protocol) dan CIM (Computer intgrated manufacturing), jasa perbankan cross-selling, perbaikan sistem perdagangan eceran, peningkatan akses informasi pelanggan, memungkinkan pencatatan otomatis, mengintegrasikan semua fungsi nilai tambah, dan kontribusi terhadap persaingan secara keseluruhan.

 

C.   Manajemen Informasi

Dampak Perubahan Dunia Global

Beberapa tahun yang lalu sedikit sekali organisasi yang memiliki kepedulian terhadap informasi termasuk bagaimana memperolehnya, mengelola dan mendistribusikan kedalam seluruh organisasi. Namun karena adanya perubahan lingkungan bisnis, maka organisasi bisnis tidak bisa mengabaikan sistem informasi, terdapat kekuatan yang menjadi pendorong perubahan tersebut :

1.    Perubahan ekonomi secara Global ( the emergence and strengthening of the global economy) sehingga terjadi :

a.  Manajemen dan pengendalian pada berbagai tempat dibanyak negara.

b.  Tingkat persaingan di pasar dunia

c.  Unit-unit usaha yang berada di lintas negara

d.  Sistem pengiriman produk antar negara.

 

2.  Perubahan ekonomi industrial elemen penting yang sangat berpengaruh terhadap perubahan ekonomi adalah :

a.  Pengetahuan dan informasi yang didasarkan atas nilai ekonomi.

b.  Produktivitas

c.  Produk dan jasa-jasa baru

d.  Kepemimpinan

e.  Persaingan berdasarkan waktu

f.  Siklus hidup produk yang lebih pendek

g.  Basis pengetahuan karyawan yang terbatas.

 

3Perubahan Lingkungan Bisnis juga berpengaruh pada cara mengorganisir dan mengelola Perusahaan, sehingga dengan Teknologi informasi cara menciptakan nilai (hasil produksi barang dan jasa) juga berubah.  Pada Perusahaan Tradisional umumnya : 1. Hirarki (jabatan yang berurutan), 2. Sentralistis, 3. Pengelolaan struktur yang ditandai dengan prosedur operasi standart.

Perubahanya pada Perusahaan :

a.  Struktur organisasi yang mendatar

b.  Desentralisasi

c.  Fleksibilitas

d.  Kebebasan lokasi

e.  Biaya transaksi dan koordinasi yang rendah

f.  Pemberdayaan

g.  Kerjasama team.

 

 

Perspektif Bisnis Dalam Sistem Informasi

Sistem Informasi terdapat dalam ruang lingkup :

1.  Organisasi; terdapat tiga elemen kunci yaitu : orang, struktur dan prosedur, politik dan kultur.

a)    Orang : orang yang ahli pada bidangnya dipekerjakan dan dilatih untuk berbagai fungsi : termasuk penjualan dan pemasaran, manufaktur, keuangan, akuntansi, dan sumberdaya manusia.

b)    Struktur dan prosedur : Struktur mengacu pada pembagian tugas menurut keahlian orang di setiap bagiannya. Suatu organisasi mengkoordinasi kerja melalui hierarki yang tersruktur, formal, dan prosedur operasional yang standart.

c)    Politik dan kultur : Tingkatan dan keahlian yang berbeda dalam organisasi menimbulkan kepentingan dan sudut pandang yang berbeda pula. Hal ini seing menimbulkan konflik. Konflik juga merupakan dasar bagi politik organisasi. Sistem informasi muncul dengan berbagai perspektif, konflik, kompromi dan persetujuan yang semuanya ini merupakan sifat-sifat dari organisasi.

2. Manajemen : manajemen menyelesaikan masalah-masalah bisnis dalam lingkungan bisnis, mereka membuat strategi organisasi untuk merespon, dan mereka mengalokasikan sumberdaya manusia dan keuangan untuk mencapai strategi dan mengkoordinasikan pekerjaan. Mereka juga harus melatih kepemimpinan yang bertanggung jawab.

3.  Teknologi : teknologi informasi adalah satu alat bagi manajer untuk menyesuaikan diri dengan lingkangan usahannya. Teknologi yang dimaksud misalnya perangkat keras komputer yang digunakan untuk membantu aktivitas : input, processing dan output dalam suatu sistem informasi.

E. Sistem Informasi Dalam Organisasi

 

Keterangan Gambar :

  1. Sistem Informasi pada Tingkat Operasional yakni sistem informasi yang memonitor aktivitas mendasar dan transaksi dari organisasi. Misal Kegiatan penjualan,penerimaan kas penjualan. Tabungan, gaji keputusan kredit, dan aliran bahan baku suatu pabrik.
  2. Sistem Informasi pada Tingkat Pengetahuan yakni sistem informasi yang mendukung pekerja pengetahuan dan data dalam suatu organisasi. Tujuannya adalah membantu organisasi mengontrol aliran kertas kerja.
  3. Sistem Informasi pada Tingkat Manjemen yakni sistem informasi yang mendukung monitoring, pengawasan, pembuatan keputusan, dan aktivitas administratif manajer.

Sistem Informasi pada Tingkat Strategis yakni sistem informasi yang mendukung kegiatan perencanaan jangka panjang dari manajemen puncak. Perhatian utama dari sistem ini adalah menyesuaikan perubahan pada lingkungan eksternal.

About alannurfitra

nothing :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s